XiN Weblog

Februari 15, 2008

Diare

Filed under: iNFO — valenciaxin @ 10:33 am

Diare mendadak menjadi pembicaraan. Penyakit gangguan pencernaan itu seolah menjadi momok yang mematikan dengan jatuhnya korban jiwa. Lalu bagaimana mewaspadainya?Dijelaskan oleh dr Agus Harianto SpAK, dokter spesialis anak dari RSU dr Soetomo menjelaskan bahwa penyebab munculnya sebuah penyakit ada tiga faktor. Faktor pertama dari orang itu sendiri misalnya kondisi tubuh. Faktor kedua agen atau hal-hal di luar tubuh manusia dan yang ketiga environment atau lingkungan yang menjadi tempat tinggal manusia.

Nah kondisi pergantian dari musim panas ke musim penghujan yang ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak menentu serta banyaknya sampah, genangan air kotor maupun udara yang tercemar akan membuat kuman dan virus menyebar lebih banyak. “Nah munculnya penyakit ini karena ketiga unsur tersebut tidak berjalan dengan seimbang sehingga menimbulkan beberapa penyakit, salah satunya diare,” ungkap dr Agus Harianto SpAK yang mengaku banyak menerima pasien dengan keluhan diare.
Dijelaskan pula bahwa diare merupakan keadaan di mana seseorang menderita mencret-mencret atau buang air besar lebih dari satu jam sekali. Dalam kondisi seperti itu, tekstur tinja/kotoran berbentuk seperti air ledeng/encer karena telah tercampur dengan cairan tubuh. Beberapa penderita diantaranya juga mengalami keluhan tambahan misalnya mual, muntah hingga disebut gejala muntaber (muntah berak). Diare juga bisa ditularkan lewat kotoran (tinja) yang mengandung kuman diare. Tinja tersebut dikeluarkan oleh orang sakit atau pembawa kuman yang berak di sembarang tempat. Tinja tadi mencemari lingkungan misalnya tanah, sungai, air sumur. Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari, kemudian menderita diare. Karena itu lingkungan yang dekat dengan pembuangan tinja yang tidak bersih rawan terserang wabah diare.
Sementara itu dr Gindo Simanjuntak, Peneliti Senior Litbang Departemen Kesehatan dalam sebuah kesempatan mengungkapkan bahwa diare adalah sebuah gejala alat pencernaan untuk penyakit yang ada dalam tubuh tertentu. “Karena kondisi pertahanan tubuh menjadi melemah, maka dikhawatirkan akan timbul penyakit-penyakit tubuh lainnya. Untuk itulah diperlukan penanganan yang segera dari penderita diare agar kondisinya tidak semakin fatal,” ungkapnya. Lalu mengapa ada beberapa penderita diare
Yang musti berujung pada kematian? “Justru itulah para penderita diare tidak musti berujung pada kematian asal ditangani secara serius dan tepat,” sambung dr Gindo Simanjuntak lagi.

Mengenal Mitos Diare
Diakui atau tidak sebagian besar masyarakat masih mempercayai beberapa mitos tentang penyakit diare. Misalnya ada yang menganggap bahwa diare adalah pertanda bahwa seorang bayi akan menjadi pintar setelah buang air di atas normal. “Tidak ada hubungan sama sekali antara pintar dengan buang air pada bayi. Justru itu gejala yang tidak baik,” ungkap dr Agus Harianto SpAK. Begitu pula dengan adanya ungkapan bahwa diare bisa diatasi dengan ramuan tradisonal seperti teh pahit atau jambu biji dan tidak perlu dibawa ke rumah sakit/dokter. Menanggapi hal tersebut dr Agus Harianto SpAK mengungkapkan bahwa dari segi medis pengobatan semacam itu masih merupakan sebuah dugaan semata.
penderita akan mengalami buang air berkali-kali namun karena seringnya ke belakang itulah kotoran/tinja yang keluar berbentuk encer karena tercampur dengan cairan tubuh, tidak jarang tinja yang keluar tercampur oleh darah atau lendir. Bahkan tidak jarang juga disertai muntah.
Dalam beberapa kasus diare disebut juga muntaber (muntah berak), muntah mencret atau muntah bocor. “Nah karena terkurasnya cairan dalam tubuh secara terus menerus tanpa diimbangi asupan gizi dan cairan yang cukup itulah diare bisa menyebabkan kematian,” ungkap dr Agus menjelaskan tentang kematian karena diare. Nah dari berbagai faktor itulah seseorang bisa terkena diare, apapun usianya.
Kondisi seperti ini tentu saja membuat penderita akan menjadi lemah karena cairan tubuh akan keluar secara terus menerus. Hal ini juga diperparah karena penderita cenderung tidak memiliki selera minum ataupun minum sebagai pengganti cairan dan nutrisi tubuh. “Kondisi seperti ini karena disebabkan semacam sindrom pembawaan dari gejala diare, seperti mual dan muntah. Justru hal ini yang musti dihindari karena bila terjadi secara terus menerus maka akan bisa berujung pada kematian,” ungkapnya.
Kemudian kondisi seperti apa yang musti dilakuan bagi penderita diare harus dibawa ke rumah sakit?

beberapa kondisi yang harus diperhatikan:
1. Penderita yang terus ke belakang setelah satu jam buang air besar disertai dengan perasaan yang lemah, letih dan lesu.
2. Penderita yang suhu tubuhnya semakin tinggi, diatas 38 derajat celcius. Kondisi seperti seperti ini musti diwaspadai agar tidak mengakibatkan kejang. Umumnya anak-anak rentan terhadap kejang karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah.
3. Penderita yang memiliki riwayat penyakit tertentu misalnya jantung, tifus, ayan dan beberapa penyakit lainnya. Dikhawatirkan kondisi tubuh yang melemah akan membuat penyakit tersebut bisa timbul lagi.
Sebagai langkah pertolongan pertama terhadap penderita diare hendaknya konsumsi cairan seperti oralit, susu (ASI) bagi balita hendaknya tetap dilakukan, meskipun tubuh merasa mual dsb. Hal ini penting sebagai pengganti cairan tubuh yang keluar. Menurut dr Agus pula bahwa oralit dalam hal ini bukanlah obat, melainkan sebagai pertolongan pertama bagi penderita. Karena masih ada anggapan bahwa oralit adalah obat diare dan tidak perlu ditangani oleh para ahli. Selain tentu saja pertolongan dari para medis tetap diperlukan.

Kiat Mudah Mencegah Diare:
Nah untuk mencegah diare pada keluarga tentunya penting untuk menerapkan pola hidup bersih. Ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan:
1. Cuci tangan sebelum makan maupun sesudah buang air besar. Satu hal yang musti diperhatikan bahwa mencuci tangan musti dalam air yang mengalir, jangan menggunakan kobokan karena berbagai virus penyakit juga bisa berkembang di sana
2. Menjaga kebersihan bahan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Hendaknya mengkonsumi bahan makanan yang sudah dimasak untuk mematikan bakteri dan kuman penyebab penyakit tertentu. Disarankan untuk tetap menjaga hygenitas makanan dengan melindungi dari lalat dan sejenisnya
3. Menjaga kebersihan lingkungan dan genangan sampah maupun air yang bisa menjadi tempat berkembangnya virus dan bakteri penyakit, khususnya diare. Kurangi mengkonsumi makanan di udara terbuka yang kemungkinan tercemar pada kondisi seperti ini.(diva)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: